5 Penyebab Online Shop Gagal di Tahun Pertama

Bisnis online berkembang pesat 5 tahun belakangan ini. Orang-orang tertarik menjual barang secara online dengan segala kemudahan yang didapat. Alasan orang ingin mencoba berjualan online karena caranya mudah dan tidak membutuhkan biaya sebesar membuka toko offline.

Bayangkan, hanya dengan berbekal gadget dan internet, kamu bisa menjual produk dan mempromosikannya hingga terjual. Dari situ, kamu mendapat untung. Bisnis online ini lebih budah daripada ketika kamu menjual di toko fisik. Sebab kamu perlu memiliki toko sendiri dan biayanya tentu tidak murah. Intinya kamu perlu merogoh kocek lagi. Sedangkan bila memulai online shop, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya lagi.

Media dan akses berbisnis pun kini semakin banyak. Kamu bisa berjualan online menggunakan marketplace maupun di media sosial. Salah satu media sosial yang sedang dibicarakan adalah Instagram dengan segala fiturnya.

Namun percayalah bahwa segala kemudahan itu tidak menjamin online shop yang kamu bangun bisa bertahan lama. Data dari Forbes mengatakan 80% pebisnis online gagal di tahun pertama mulai membangun online shop. Kamu tidak ingin masuk dalam 80% itu, kan. Sayang banget segala usaha kamu, dana yang keluar untuk ads atau iklan berbayar, dan waktu promosi selama ini bila ternyata semua itu gagal.

Tidak ingin merasakan kegagalan untuk semua usaha kamu selama ini, kan? Kamu wajib mencari tahu apa saja yang membuat pebisnis tidak berhasil mempertahankan usahanya. Kali ini Celebgramme akan memberikan penyebab online shop kamu gagal di tahun pertama. Apa saja? Cek ulasan di bawah ini.

1. Menganut Prinsip Palugada

Photo by Peter Bond on Unsplash

Palugada adalah singkatan dari “apa lu mau, gua ada”. Orang yang memegang prinsip palugada adalah orang yang menjual apapun. Jual makanan ringan iya, jual pulsa iya, menerima pembayaran listrik, PDAM dan lainnya iya. Pokoknya apapun yang bisa dibisniskan, maka akan dijual di online shopnya.

“Penganut palugada akan kesulitan diingat pelanggan sebab terlalu banyak yang dijual karena tidak fokus pada 1 produk sehingga konsentrasi terpecah-pecah.”

Meski mengakut prinsip ini sah-sah saja namun online shop yang menjual apapun tidak akan memiliki karakter unik. Ketika kamu menjual fokus pada barang tertentu, maka online shop kamu dicitrakan sebagai toko produk itu. Misalnya kamu tertarik menjual gelas, maka online shop kamu menyediakan gelas dengan berbagai macam motif dan ukuran. Calon konsumen dan orang-orang lainnya akan menganggap toko kamu spesialis gelas. Itu baik sebab ketika ada yang mencari gelas maka online shop kamu yang akan diingat mereka.

2. Terlalu Meremehkan Bisnis Online

Photo by Christin Hume on Unsplash

Ketika memutuskan membangun bisnis online, sebaiknya kamu sadar bahwa usaha itu membutuhkan waktu, keringat dan materimu. Kamu nggak bisa menyepelekan dan menganggap bisnis online itu mudah. Dengan sekali menaruh foto produk pada display maka pengunjung akan datang dan membeli produk kamu. Mana bisa?

“Jika kamu termasuk orang yang menganggap bisa sukses berbisnis online hanya karena buka olshop di marketplace atau medsos lalu tidak mengurusinya, itu salah besar.”

Namun masih banyak lho orang yang beranggapan seperti itu. Ingatlah pesaing bisnis online kamu juga banyak. Maka kamu memikirkan konten agar bisa menarik perhatian calon konsumenmu. Terlalu meremehkan bisnis online bisa menjadi penyebab online shop gagal karena tidak ada pengalaman dan tidak tertarik untuk tahu lebih. Coba bayangkan jika sudah keluar banyak uang untuk iklan berbayar namun kamu tidak paham pasar yang kamu tuju. Jadinya rugi dan online shop kamu tidak berjalan.

3. Tidak Sabar

Photo by Tim Gouw on Unsplash

Tidak banyak orang yang mau menikmati proses. Kebanyakan orang hanya tertarik dengan hasil sedangkan proses panjang bisa menjadi jalan menuju kesuksesan. Namun memang tidak semua orang memiliki proses yang sama dalam menuju kesuksesan.

“Banyak pengusaha pemula tidak sabar dan hanya tertarik pada keuntungan yang didapat tanpa paham bahwa keuangan dari bisnis berbeda sirkulasinya dengan milik personal.”

Berbisnis online pun membutuhkan kesabaran. Salah satu penyebab orang tidak sabar berbisnis online karena tergiur keuntungan. Siapa yang tak tergiur melihat rekening di bank membengkak akibat keuntungan bisnis yang berlipat? Hati-hati, konon banyak pengusaha pemula yang akhirnya gulung tikar hanya karena tidak tahan untuk tidak menghabiskan uang hasil keuntungan tersebut. Proses menjadi sabar memang tidak bisa segera muncul. Namun hal ini bisa dipupuk dan diusahakan sejalan dengan kondisi hidup. Saat seseorang memulai usaha online, kesabaran itu juga mulai ada.

Untuk urusan teknis dan hal lain berkaitan dengan bisnis online, ada baiknya seseorang menambah dari banyak media. Misalnya dari internet hingga mengikuti seminar maupun workshop. Jika kamu tertarik untuk belajar lebih dalam mengenai bisnis online, kamu bisa mengikuti seminar Digimaru Road to 100. Dengan mengikuti seminar tersebut, kamu akan mendapatkan insight mengenai cara cepat memulai bisnis online tanpa modal besar, menghindari kesalahan agar tidak gagal, tips bertahan tanpa ikut banting harga hingga teknik-teknik optimasi yang menjadi rahasia online shop beromzet jutaan perbulan. Jika tertarik, informasi selengkapnya, klik ► http://digimaru.org/

4. Menyerahkan Online Shop Sepenuhnya ke Orang Lain

Photo by Laura Johnston on Unsplash

Saat membangun online shop, kerjaan di kantor tidak banyak. sehingga kamu bisa mengerjakannya di sela urusan kantor atau sepulangnya. Namun tak disangka kantor membutuhkan usaha lebih. Jadinya online shop keteteran. Kamu pun meminta bantuan orang lain untuk menghandle.

“Tidak peduli dan menyerahkan tanggung jawab pada orang yang tidak paham bisnis online bisa menjadi gejala usaha terarah ke kegagalan.”

Sayangnya pemindahan kuasa atas online shop kamu serahkan semuanya pada orang lain tidak paham dengan apa yang kamu inginkan. Kamu juga tidak perhatian lagi pada online shopmu. Karena online shop tidak dihandle founder, bisa jadi upaya promosi dan pembuatan konten pun berhenti. Karena tidak jalan, pelanggan online shop bisa melirik yang lainnya.

5. Kurang Riset

Photo by rawpixel on Unsplash

Terdorong memiliki online shop sendiri karena melihat teman sukses membuka online shop atau mengikuti seminar bisnis memang sah-sah saja. Namun kamu juga perlu menambah knowlegde berbisnis online dan riset mengenai produk yang akan kamu tawarkan.

“Riset merupakan proses penting dalam pembuatan konsep bisnis online. Jika proses ini tidak ada, bisa jadi pondasi bisnis online tidak kuat dan mudah jatuh.”

Penyebab online shop bisa gagal karena sebelum membangun online shop, kurang riset. Itulah yang membuat orang asal pilih produk yang akan dijual di online shop. Meski tidak asal memilih, kadang seseorang memilih produk karena merasa suka namun tidak paham apakah produk tersebut akan laku di pasar, bagaimana kompetitor dan apakah produk tersebut bisa menjadi tren kekinian. Kesalahan terbesar orang ketika membuka online shop adalah tidak riset sehingga produk yang dijual kesulitan menemukan pasar yang pas.

Itulah kelima penyebab kenapa online shop bisa gagal di tahun pertama. Gagal adalah keadaan yang menyakitkan dengan segala hal yang telah kamu perbuat dan keluarkan. Untuk menghindari kegagalan, maka sebaiknya teliti gejala seperti di atas.

Jika masih resah dan tidak tahu berbuat apa untuk mencegah kegagalan berbisnis online, kamu wajib belajar pada ahlinya. Misalnya dengan mengikuti seminar bisnis online oleh pakar bisnis online terkemuka yang diadakan oleh Digimaru. Jika tertarik belajar bisnis online, mereka akan hadir dalam waktu dekat. Dengan mengikuti seminar tersebut, kamu akan mendapatkan insight mengenai cara cepat memulai bisnis online tanpa modal besar, menghindari kesalahan agar tidak gagal, tips bertahan tanpa ikut banting harga hingga teknik-teknik optimasi yang menjadi rahasia online shop beromzet jutaan perbulan. Jika tertarik, segera daftar karena kursi terbatas dan tiket selalu sold out. Informasi lengkap klik ► http://digimaru.org/.