7 Pertimbangan Sebelum Memakai Jasa Selebgram

Sebelum membeli suatu produk, biasanya orang akan mencari tahu terlebih dahulu mengenai informasi barang yang akan dibeli. Caranya bermacam- macam. Ada yang melihat testimoni pelanggan atau mencari tahu siapa saja yang pernah menggunakan produk tersebut. Tidak terkecuali influencer siapa saja yang sudah menggunakan produk tersebut.

Ya, sekarang ini keberadaan influencer sangat penting dalam mempromosikan sebuah produk. Namun sebelum melangkah lebih jauh, apa sih influencer? Influencer bisa jadi merupakan seorang artis, bloger, orang yang ahli (pakar), atau bisa jadi hanya orang biasa yang memiliki pengaruh besar daan memiliki followers dengan jumlah yang relatif banyak. Intinya, influencer adalah seseorang yang memiliki banyak hubungan dan berdampak besar pada kehidupan sosial sehingga orang-orang biasanya cenderung mengikuti hal apapun yang dilakukan influencer.

Influncer saat ini lebih banyak disukai yang bisa mengikuti tren dan terasa relate pada zaman. Salah satunya, orang yang berpengaruh di Instagram yang kerap disebut selebgram.

Itulah sebabnya kamu perlu memasukkan selebgram ke dalam list strategi marketing. Untuk kamu yang memiliki produk atau tertarik mempromosikan event tidak ada salahnya bila menggunakan jasa selebgram. Sebab mereka bisa diandalkan untuk mengarahkan massa terlebih pengguna Instagram. Agar lebih maksimal, Celebgramme membagikan 7 hal penting yang wajib kamu perhatikan sebelum memakai jasa selebgram. Simak artikel berikut.

1. Relevan dengan Brand

Photo by Pete Bellis on Unsplash

Persepsi orang bahwa semua influencer ataupun selebgram adalah sama, itu salah. Karena pada kenyataanya mereka memiliki profil, profesi, dan spesialisasi. Sesuaikan ekspektasimu dengan tipe influencer yang kamu gaet dan tujuanmu melakukan pemasaran. Bila kamu ingin brand lebih dikenal masyarakat luas, carilah buzz builder yang mampu menjangkau banyak audiens. Bila kamu ingin rekomendasi kredibel, kamu bisa mengontak selebritas atau kreator konten.

“Bagian tersulit dari influencer marketing adalah menemukan pihak yang sesuai dengan brand perusahaanmu. Berbeda dari pemasaran formal, pemasaran lewat influencer artinya seluruh kepribadian orang tersebut akan dianggap sebagai ‘wajah’ perusahaan.”

Kadang beberapa orang tergiur angka page view, jumlah pengunjung, like dan follower, unduhan aplikasi. Menurut pakar media sosial Brian Honigman berkata bahwa seharusnya fokus pada apa yang disebut “actionable metric”. Sesuai namanya, ini adalah metrik-metrik yang bisa mendorongmu untuk melakukan suatu aksi. Metrik-metrik ini bisa menjawab pertanyaan, “Apa yang harus saya lakukan?”

2. Hubungan Konten Medsos-nya dengan Produkmu

Photo on Pixabay

Selanjutnya, kamu tetap perlu memerhatikan konten selebgram. Tujuannya adalah kamu perlu mengetahui apakah konten yang selebgram bagikan mendapatkan interaksi yang banyak atau respon yang tinggi dari followersnya. Coba lihat profil influencers secara keseluruhan, jangan cuma menilai dari satu atau dua konten yang kamu suka aja. Belum tentu influencer yang pernah posting satu artikel resep, paham dan bisa kamu jadikan partner. Misalnya dalam food and beverages campaign.

“Kamu bisa mengetahui persentasi engagement dengan formula berikut ► Jumlah Likes + Jumlah Komentar = Hasil : Jumlah Followers x 100. Influencer yang bagus memiliki tingkat engagement di atas 10%.”

Saling keterhubungannya konten-konten yang selama ini partner kamu berikan dengan produk yang akan kamu promosikan melalui mereka yaitu,
tentu saja para pengikut mereka akan membuka akun seorang selebgram karena cirikhas dari selebgram tersebut. Misalkan kamu ingin
mempromosikan produk kosmetik mu, maka kamu haruslah mencari partner yang memang memiliki konten medsos yang berhubungan dengan kecantikan.

3. Jumlah Pengikut Aktif Instagram

Photo on Pixabay

Hal ini menjadi hal krusial karena semakin banyak pengikut medsos seorang selebgram maka semakin banyak pula konsumer yang akan melihat produkmu. Kunci utamanya adalah : memperhatikan banyaknya pengikut AKTIF pada akun mereka. Hal ini dapat kamu perhatikan dari :
(1) banyaknya yang menyukai pada setiap konten mereka, serta (2) banyaknya yang memberikan komentar positif pada konten-konten tersebut. Hal ini karena terkadang pengikut aktif lah yang tentunya akan melihat produkmu yang partnermu promosikan.

“Jumlah pengikut di Instagram hingga saat ini masih menjadi patokan dalam menentukan seberapa banyak audience yang selebgram punya.”

Untuk kamu yang tertarik menambah followers secara natural dan organik, kamu bisa mencoba Celebgramme. Alat otomasi ini mengoptimalkan aktivitas kamu di Instagram. Dengan menggunakan otomasi Instagram, kamu akan mendapatkan kemudahan meliputi mengikuti hashtag terkini, menentukan target follower hingga berkomentar di DM. Untuk informasi lengkap, klik Celebgramme.

4. Aktif di Medsos

Photo on Pixabay

Jika kamu telah menghitung persentase engagement seorang influencer, hal yang perlu kamu lakukan selanjutnya adalah mengetahui apakah influencer atau selebgram tersebut menanggapi taggapan-tanggapan followersnya di kolom komentar. Para selebgram yang baik seharusnya meluangkan waktunya untuk menanggapi komentar followersnya. Namun perlu digarisbawahi selebgram yang baik juga mampu menyaring mana komentar yang perlu ditanggapi dan mana yang tidak.

“Keaktifan selebgram di media sosial akan meningkatkan kedekatan dengan followers yang pastinya akan mempengaruhi produk kamu juga.”

Bila partnermu saja jarang memposting konten pada akun media sosialnya, maka kesempatan barangmu untuk dipromosikan juga akan semakin sedikit. Serta apabila seorang selebgram sudah jarang aktif pada media sosialnya, para pengikut mereka akan memiliki kecenderungan untuk meng-unfollow atau membatalkan status mereka mengikuti akun selebgram tersebut. Hal ini tentu akan berpengaruh pada keefektifan promosi produkmu oleh mereka.

5. Kualitas Konten

Photo by Toni Hukkanen on Stocksnap

Sebelum bekerja sama, kamu perlu menjelaskan secara detail benefit dan fitur produk yang akan dipromosikan oleh seorang influencer ataupun selebgram. Sehingga, sebelum memaparkan benefit produk kepada followersnya, seorang selebgram sudah menyadari terlebih dahulu manfaat yang diberikan oleh produk kamu. Setelah memaparkan secara detail, kamu bisa membiarkan selebgram berkreasi sesuai dengan konsep asli mereka. Dengan begitu, selebgram bisa menciptakan karya yang seakan tidak dibuat-buat.

“Salah satu cara agar Instagram Marketing mu sukses adalah membiarkan selebgram yang kamu ajak bekerja sama bisa berkreasi sesuai dengan konsep asli mereka.”

Konsumen di era sekarang sudah lebih pintar. Mereka tahu mana konten yang benar-benar tulus dan mana konten yang dibuat-buat. Cara untuk menjaga agar influencer tetap kredibel adalah dengan memberi kebebasan berkreasi padanya. Seorang selebgram pasti lebih tahu konten apa yang disukai audiensnya. Biarkan dia jadi diri sendiri, menyusun konten sesuai persona yang telah dia bangun, namun dengan brand milikmu sebagai landasan.

6. Human Error

Photo by freestocks.org on Unsplash

Human error disini dimaksudkan kesalahan yang bersifat spontan. Yang paling banyak ditemukan antara lain adalah salah ketik, salah copy-paste, salah post gambar, atau bisa juga salah akun. Kesalahan-kesalahan seperti ini mungkin terkesan kecil. Tapi kesalahan kecil bila terjadi berulang – ulang akan membuat tingkat kepercayaan audiens terhadap si selebgram menurun. Perhatikan sejauh mana selebgram yang akan kamu ajak kerjasama bisa menangani masalah seperti ini.

“Sebelum bekerja sama, kamu juga perlu memahami bagaimana selebgram menangani kesalahan yang dia buat.”

Respons terbaik jika terjadi kesalahan–kesalahan di atas adalah meminta maaf dan melakukan perbaikan. Dengan begitu, audiens akan menghormati influencer ataupun selebgram dan mereka jadi tahu bahwa si influencer adalah orang yang tanggung jawab. Influencer harus bisa menjaga integritas dan kejujuran agar kredibilitasnya di mata audiens tetap tinggi.

7. Influencer Marketing Agency

Photo by rawpixel.com from Pexels

Bila merasa kerepotan menghubungi satu persatu selebgram yang akan kamu ajak kerja sama, kamu bisa menggunakan jasa agensi influencer marketing. Agensi seperti ini sudah terbiasa menjadi jembatan antara brand dan selebgram. Kelebihan menggunakan servis agensi adalah mereka punya data beberapa selebgram yang ditangani. Agensi seharusnya bisa menganalisa siapa selebgram yang cocok untuk berkolaborasi dengan brand kamu.

“Bekerjasama dengan agensi selebgram akan membantu kamu lebih cepat dalam menemukan selebgram yang pas dengan produk kamu.”

Kelebihan lainnya, mereka juga bisa membantu kamu menyiapkan konten foto atau postingan yang sesuai dengan tujuan kamu. Mereka juga sudah punya paket harga yang akan ditawarkan. Jadi kamu tinggal memilih selebgram mana yang sesuai dengan budget. Kekurangannya, dengan menggunakan agensi, kamu harus mengeluarkan biaya lebih banyak dibandingkan jika langsung menghubungi selebgram.

Demikianlah hal-hal yang perlu kamu pikirkan sebelum menggunakan jasa selebgram. Pertimbangan ini akan membantu kamu sebelum bekerja sama dengan selebgram sehingga setelah bekerja sama, kamu akan mendapatkan hasil yang maksimal. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Khusus untuk kamu yang memiliki waktu terbatas, bisa memanfaatkan tools Celebgramme untuk meningkatkan popularitas akun IG tanpa perlu repot, tinggal Klik-klik dan Start. Proses akan otomatis berjalan 24 jam Nonstop, langsung cek websitenya di ► https://celebgramme.com/